Banyak orang memesan pijat saat badan sudah terlanjur pegal. Padahal yang terjadi selama enam puluh menit di atas matras itu bukan cuma soal rasa nyaman sesaat. Ada beberapa hal yang berubah pada tubuh Anda, dan memahaminya membantu Anda memilih jenis pijat yang tepat.
Otot yang tegang mendapat aliran darah lebih baik
Duduk delapan jam di depan layar membuat otot leher, bahu, dan punggung bawah berada dalam posisi statis terlalu lama. Aliran darah ke area itu berkurang, sisa metabolisme menumpuk, dan muncullah rasa kaku yang Anda kenal sebagai pegal.
Tekanan dan gerakan terapis membantu melancarkan kembali aliran darah ke jaringan tersebut. Inilah sebabnya rasa berat di bahu sering langsung berkurang begitu sesi selesai.
Sistem saraf beralih ke mode istirahat
Tubuh punya dua mode: siaga dan istirahat. Hari-hari yang padat membuat kita terlalu lama berada di mode siaga, dengan napas pendek, bahu naik, dan pikiran yang sulit berhenti.
Sentuhan yang berirama dan ruangan yang tenang membantu tubuh berpindah ke mode istirahat. Napas melambat dengan sendirinya, bahu turun, dan banyak orang tertidur di tengah sesi. Itu bukan tanda Anda kurang menghargai terapis, justru tanda tubuh Anda merespons dengan baik.
Kualitas tidur malamnya ikut membaik
Efek yang paling sering diceritakan pelanggan bukan yang terjadi saat dipijat, melainkan malam harinya. Tubuh yang sudah turun dari mode siaga lebih mudah masuk ke tidur dalam. Kalau Anda termasuk yang sulit tidur, jadwalkan sesi di sore atau malam hari.
Seberapa sering sebaiknya dipijat?
Tidak ada angka yang berlaku untuk semua orang, tetapi ini pegangan yang masuk akal:
- Pekerja kantoran dengan pegal ringan: dua sampai empat minggu sekali sudah cukup menjaga badan tetap enak.
- Sedang dikejar deadline atau banyak perjalanan: seminggu sekali selama periode sibuk, lalu kembali ke jadwal normal.
- Rutin berolahraga: sesuaikan dengan beban latihan, biasanya seminggu sekali di hari pemulihan.
Kapan sebaiknya menunda dulu
Pijat memang menenangkan, tapi ada kondisi yang sebaiknya dibicarakan dengan dokter lebih dulu: sedang demam atau infeksi, ada luka terbuka atau patah tulang yang belum pulih, sedang hamil (perlu terapis dengan penanganan khusus), atau punya kondisi jantung dan pembuluh darah yang sedang dalam pengawasan.
Pijat membantu tubuh merasa lebih baik, tetapi bukan pengganti pemeriksaan medis. Kalau nyeri Anda menetap, menjalar, atau disertai kesemutan, periksakan ke dokter.
Dapatkan hasil terbaik dari satu sesi
- Katakan sejak awal bagian mana yang paling bermasalah, dan seberapa kuat tekanan yang Anda mau.
- Jangan menahan rasa sakit. Pijat yang benar terasa antara nyaman dan sedikit menantang, bukan menyiksa.
- Minum air setelah sesi, dan hindari langsung kembali duduk berjam-jam.